Mentari mulai menampakkan wajahnya di balik pepohonan, mengetuk kelopak mata Ashila yang sedang berpetualang di dunia mimpinya. “Sayang, bangun!” suara itu membangunkannya. Ashila pun bergegas meninggalkan tempat tidurnya, sekarang adalah hari pertama ia tinggal di desa itu. Setelah membersihkan badannya, dia kembali untuk membereskan tempat tidurnya. Setiba di kamarnya, terdengar suara tangisan seorang gadis entah dari mana asalnya. Dengan rasa penasaran Ashila membuka jendela dan mengawas di jendela kamarnya. Ternyata benar ia adalah seorang gadis kecil yang menangis, namanya adalah Keisya. “Kamu kenapa? Kok nangis?” tanyanya pada gadis itu. “Aku tak mengapa, aku hanya ingin mengambil bunga di dekat sungai itu, tapi aku takut bila hanya sendiri. Apakah kau mau menemaniku?” sahut gadis itu dengan tersedu-sedu. “Aku mau menemanimu, asal kau berjanji tidak akan menangis lagi. Oh iya, namamu siapa?” . “Aku berjanji tidak akan menangis lagi. Namaku Keisya, namamu s...