Yang terjadi adalah
logikaku selalu menciptakan perjalan sederhana tanpa rencana. Didalangi oleh
pikiran buruk tentang kekhawatiran mahasiswa semeter tanggung soal digit yang
dianggapnya sebagai tolak ukur atas seberapa jauh pemahaman yang ia miliki. Membidik
satu persatu jiwa risau yang sepemikiran. Memulai perjalanan dengan sedikit
mengingat cara bersenang-senang. Mulai memikirkan pada titik koordinat mana
sebuah kita akan lupa. Dengan riuh suara ombak yang dijadikan sebagai pilihan.
"Jogja masih
istimewa" kataku dengan nada yang sedikit berbisik. Gadis belia yang akan
segera merasakan beratnya pikiran manusia seperlima abad mulai berjalan
mendekati dengan meluruskan barisan untuk ikut berbincang atau sekedar
mendengar percakapan dua gumpal daging lain. "Jangan berisik! Aku tak
sudi, istimewanya dinikmati pasang mata lain yang hanya menjamah tanpa mampu
menjaga." nada suaranya memecah keheningan kala itu, kedua alisnya sengaja
bertemu menyaingi tingginya puncak merbabu yang selalu disukai banyak pasang
mata. Tak ada suara lain yang berusaha menandingi, hanya dua bagian bulu mata
dengan posisi saling berjauhan, serasa tak punya tenaga untuk saling mengait.
Menikmati langit yang mulai menggelap dengan lukisan warna senja sebagai
pertanda. Waktu yang tepat bagi setiap lelah untuk pulang kerumah, menutup daun
pintunya rapat-rapat dan kemudian melanjutkan mimpi semalam yang belum sampai
pada tujuan. Mengistirahatkan setiap rindu yang ditinggalkan sedari pagi karena
si waktu yang dengan sengaja menyibukkan agar manusia sudi mengejarnya. Bertemu
dengan banyak hati yang memiliki warnanya masing-masing. Hari adalah catatan
bahwa banyak lelah yang harus dipulangkan. Bukan hanya sekedar merobek tanggal
lalu yang usang tapi tanda bahwa sejarah harus tercipta sebelum satu persatu rekatan
itu aku lepaskan dengan sengaja.
Menghentikan kesenangan
hanya dengan ingatan soal tugas masing-masing adalah tradisi yang dilakukan
banyak pasang kaki yang sengaja melarikan diri beberapa waktu untuk sekedar
menemukan kata puas. Dengan harapan kota ini tetap ramah dan istimewa untuk
ditinggali mahasiswa rantau yang mengimpikan rasa nyaman dan selalu mencari
peraduan saat dunianya selalu berseteru dengan jiwa belianya.
Gunungkidul, 12 januari 2018
-Penikmat hari-
Tercatat untuk pembaca: Pantai ini terletak di Daerah Gunungkidul Yogyakarta tepatnya di https://www.google.co.id/maps/place/Pantai+Wedi+Ombo/@-8.1902123,110.7081885,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e7bb885aaaaaaab:0x346f4fcd230e2a8f!8m2!3d-8.1902176!4d110.7103772?hl=en. Saya sarankan untuk berkunjung saat sore hari. Dipantai ini pengunjung dapat melihat matahari terbenam (Sunset).
Komentar
Posting Komentar