Langsung ke konten utama

“Mohon Perhatian, sesaat lagi kereta api akan tiba di Stasiun Probolinggo.




Banyak sih sebenarnya tempat-tempat di Indonesia yang masih ingin saya kunjungi, kebetulan juga saya itu suka sama yang namanya “Travelling”. Tapi entah kenapa kali ini saya dan teman-teman malah memutuskan untuk mengunjungi Kota Anggur Mangga yang tidak lain adalah tempat tinggal saya sendiri. Kota kecil yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini begitu lekat dengan kalimat “Yang ada Gunung Bromonya itu ya?”. Nah tulisan ini nih, akan menceritakan kemana saja sih Kami selama disana, dan yang terpenting berapa budget yang Kami habiskan untuk liburan kali ini?

Bromo

Sore itu, Kami larut dalam pembicaraan Kami di gerbong kereta. Hingga kecepatan kereta terasa semakin melambat dan pengumuman terdengar bahwa Kami akan segera tiba di Stasiun Probolinggo. Kami menempuh perjalanan selama 8 jam 38 menit menggunakan Kereta Api Logawa. Sesampainya di Probolinggo kami melaksanakan ibadah dan menunggu jemputan datang. Kebetulan sih, lokasi stasiun berdekatan dengan Alun-Alun Kota sehingga kami pun tidak kesusahan untuk menghabiskan waktu menunggu jemputan datang. Kami bisa kulineran dan mencoba beberapa makanan yang sebenarnya sulit Kami temukan di Yogyakarta.
Travel tiba pukul 19.05 dan Kami  bergegas untuk menyelesaikan makan siang yang terlewat sore itu. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih selama 1 jam akhirnya kami tiba di penginapan. Penginapan terletak di Desa Sukapura (dekat SDN Sukapura 1), tempat yang lumayan jauh dari destinasi kali ini. Kurang lebih akan memakan waktu selama 30 menit sih. Kami sengaja memilih lokasi yang jauh karena menurut Kami harga makanan disana “mungkin” akan lebih murah dan tentunya dekat dengan Ind*ma*et. Setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran tentang kebiasaan Kami (lapar tengah malam) dan kalau dipikir-pikir nih ya.. dapat mengurangi jumlah barang yang harus kami bawa juga; mikirnya sih.. bisa beli disana, meski cenderung lebih boros.
Sebenarnya ini kali pertama Saya memegang kendali untuk mencari tempat penginapan saat liburan, Kalian pasti tau andalan mahasiswa kan? Murah tapi harus nyaman. Kami mendapatkan penginapan seharga Rp600.000,-. Menurut saya sih.. itu Worth it. Penginapannya luas, terdiri dari tiga kamar tidur, dua buah kamar mandi (salah satunya menggunakan air panas), sebuah ruang tamu, dan sebuah ruang keluarga. Selain itu penginapan tersebut dilengkapi dengan televisi pada ruang keluarga, meja makan, dan pastinya ada dapur yang lengkap dengan kompor dan makanan siap saji.
Pukul 00.00 kami menutup pembicaraan dan memutuskan untuk beristirahat karena mendapatkan kabar bahwa mobil Jeep yang kami sewa akan berangkat pukul 02.00 dini hari. Namun, kebiasaan Kami yang tergolong “Selalu ingin repot” akhirnya kami berangkat pukul 03.00 menuju 4 destinasi yang ditawarkan oleh pemilik Jeep tersebut. Harga sewa Jeep tersebut sebesar Rp550.000,-. Kalian akan dijemput di lokasi penginapan pada pukul 02.00 dan harus kembali pada pukul 12.00. Lokasi yang Kami kunjungi adalah..
  •     Seruni Point

Tempat ini tergolong destinasi wisata yang baru di Kawasan Bromo Tengger Semeru. Saya sarankan untuk mengunjungi tempat ini tepat saat matahari terbit. Karena saya tergolong orang yang suka menikmati pemandangan dengan matahari terbitnya atau saat tenggelam, ini adalah tempat yang paling saya sukai dari perjalanan kali ini.
  •          Kawah Gunung Bromo

Disini Kami menghabiskan waktu paling lama. Tempatnya cukup jauh dari lokasi parkir Jeep yang kami tumpangi ditambah dengan suasana yang memang crowded pada saat itu. Namun sayangnya, saat itu Bromo sedang tidak bersahabat dengan belerangnya. Bau belerang terasa sangat menyengat dipadukan dengan hembusan angin yang sangat kencang membuat saya tidak tahan berlama-lama berada dipuncak.
Saya tidak sempat mengambil gambar diatas, karena bau belerangnya sangat menyengat
Maaf ya :D

  •          Savana

Lokasi ini adalah lokasi yang paling jauh dari lokasi yang lainnya. Berhubung kami telah menghabiskan waktu yang banyak saat naik ke kawah Bromo, kami tidak dapat pergi ke lokasi tersebut. Untuk mengurangi segala bentuk kekecewaan “teman sejawat” akhirnya kami ditawarkan untuk mengubah arah tujuan ke savana kecil yang searah dengan Pasir Berbisik.

  •          Pasir Berbisik

Pasir berbisik merupakan hamparan padang pasir yang sangat luas. Lokasi ini sebenarnya yang paling membuat kami bingung, karena namanya yang terkesan cukup aneh. Ternyata setelah kami pikir-pikir nama berbisik diambil dari suara gesekan antar pasir yang disebabkan oleh hembusan angin yang cukup kencang.


Nah.. selepas itu kami melaksanakan makan siang untuk kemudian menuju daerah Probolinggo bagian timur yaitu rumah Saya sendiri; hehe. Dengan beberapa pertimbangan, dua malam sebelum kepulangan kami memutuskan untuk menginap dirumah Saya.

Pulau Gili Ketapang

Tibalah saatnya untuk memilih lokasi wisata yang akan kami kunjungi di hari kedua. Pilihan kami jatuh kepada Pulau Gili Ketapang yang terkenal dengan ombaknya yang tenang. Pulau gili ketapang ini terletak di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Mitosnya, pulau ini merupakan pulau yang bergerak setiap tahunnya. Katanya sih, pulau tersebut dulunya merupakan bagian dari Desa Ketapang namun letusan Gunung Semeru yang dahsyatpada waktu itu, membuat bagian tersebut patah dan menciptakan pulau baru yang diberi nama Pulau Gili Ketapang. Pulau yang berpenduduk sekitar 7.600 jiwa (Sumber: Wikipedia) ini berjarak sekitar 8 Km dari lepas pantai. Sehingga membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam menggunakan perahu motor. Hanya dengan membayar sebesar Rp8.000 dalam sekali penyebrangan. Perahu motor akan selalu mondar mandir di siang hari.
Sedikitnya wisatawan yang paham mengenai tempat wisata tersebut membuat daerah sekitar pantainya masih tergolong asri dan terjaga kelestariannya. Selain ombaknya yang tenang, keindahan bawah laut yang dimiliki oleh pulau gili menciptakan nilai jual yang lebih dibanding dengan tempat wisata lain yang ada  di probolinggo. Namun sayangnya, karena persiapan Kami yang kurang matang dan kurangnya informasi yang Saya dapatkan, Kami hanya sekadar menikmati pemandangan lepas pantai saja; sedihh dong.. huhuhu :’(
Saran Saya sih.. lebih baik mencari informasi mengenai paket wisata yang ditawarkan oleh tempat wisata tersebut sebelum mengunjunginya. Agar tidak menyesal seperti Kami.. :’)

Biaya tersebut diluar biaya makan ya teman-teman dan harga bisa
berubah sewaktu-waktu, apalagi waktu liburan..

 Sepertinya saya sudah bercerita cukup lama ya teman-teman.. saya tutup dulu ya. Semoga bisa dijadikan referensi teman-teman untuk melakukan perjalanan ke kota tersebut.

Salam hangat,

Lailatus 

Komentar